Organisme belajar untuk melakukan asosiasi pada 2 stimuli, Tokoh Ivan Pavlov (1860), Didasarkan pada teori darwin.
Tampilkan postingan dengan label psikologi umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi umum. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Oktober 2011
Teori Belajar Classical Conditioning (Pengkondisian Klasik)
Rabu, 07 September 2011
Penyalah Gunaan Halusinogen
Halusinogen terdiri dari:
- LSD (Lysergic Acid Diethylamide
- psikolibin (jamur ajaib)
- meskalin (peyote)
- 2,5-dimetoksi-4-metilamfetamin
(DOM,STP), turunan amfetamin.
Obat-obat tersebut biasanya tidak
menyebabkan halusinasi sejati; halusinasi sejati terjadi jika seseorang percaya
bahwa benda-benda abnormal yang dilihat dan didengarnya benar-benar ada. Sedangkan
sebagian besar pemakai halusinogen mengerti bahwa perasaan abnormal yang timbul
adalah tidak nyata dan disebabkan oleh obat.Karena itu, obat-obat tersebut
sesungguhnya adalah halusinogen palsu.
GEJALA
Halusinogen bersifat merubah sensasi pendengaran dan penglihatan. Selain itu, kedua sensasi tersebut bisa saling bersilangan; misalnya mendengarkan musik bisa menyebabkan munculnya warna-warna, yang akan bergerak seiring dengan irama musik. Bahaya terbesar dari pemakaian obat ini adalah efek psikis dan gangguan penilaian, yang bisa menyebabkan kecelakaan atau pengambilan keputusan yang salah. Sebagai contoh, seorang pemakai halusinogen bisa berfikir bahwa ia dapat terbang, bahkan sampai melompat dari jendela untuk membuktikannya, sehingga terjadilah cedera berat atau kematian.
Halusinogen bersifat merubah sensasi pendengaran dan penglihatan. Selain itu, kedua sensasi tersebut bisa saling bersilangan; misalnya mendengarkan musik bisa menyebabkan munculnya warna-warna, yang akan bergerak seiring dengan irama musik. Bahaya terbesar dari pemakaian obat ini adalah efek psikis dan gangguan penilaian, yang bisa menyebabkan kecelakaan atau pengambilan keputusan yang salah. Sebagai contoh, seorang pemakai halusinogen bisa berfikir bahwa ia dapat terbang, bahkan sampai melompat dari jendela untuk membuktikannya, sehingga terjadilah cedera berat atau kematian.
Halusinogen
merangsang otak.
Efeknya bisa tergantung kepada suasana
hati dan tempat pemakai mengkonsumsi halusinogen.
Contohnya, pemakai yang sebelum menelan obat telah mengalami depresi, cenderung untuk merasa lebih sedih setelah menelan halusinogen. Seseorang yang berada dibawah pengaruh halusinogen (biasanya LSD), bisa mengalami kecemasan yang luar biasa dan mulai panik, sehingga 'perjalanan halusinasinya' menjadi tidak menyenangkan. Dia ingin menghentikan 'perjalanannya', tetapi tidak bisa. 'Perjalanan halusinasi' lebih buruk daripada sebuah mimpi buruk karena seorang pemimpi dapat terbangun untuk mengakhiri mimpi buruknya; sedangkan halusinasi yang buruk tidak berakhir secepat itu. Dengan berlanjutnya halusinasi, pemakai halusinogen mulai kehilangan kendali dan untuk sementara waktu dapat menderita psikosa.
Kadang 'perjalanan halusinasi' yang buruk dapat menjadi begitu berat atau dapat memicu kerentanan bawaan untuk menderita psikosa, sehingga pemakai tetap menderita psikosa selama beberapa hari atau lebih, setelah efek obat hilang. Psikosa yang menetap lebih sering terjadi pada pemakai halusinogen yang sebelumnya sudah memiliki kelainan psikologis, yang akan semakin nyata atau semakin memburuk karena efek halusinogen.
Contohnya, pemakai yang sebelum menelan obat telah mengalami depresi, cenderung untuk merasa lebih sedih setelah menelan halusinogen. Seseorang yang berada dibawah pengaruh halusinogen (biasanya LSD), bisa mengalami kecemasan yang luar biasa dan mulai panik, sehingga 'perjalanan halusinasinya' menjadi tidak menyenangkan. Dia ingin menghentikan 'perjalanannya', tetapi tidak bisa. 'Perjalanan halusinasi' lebih buruk daripada sebuah mimpi buruk karena seorang pemimpi dapat terbangun untuk mengakhiri mimpi buruknya; sedangkan halusinasi yang buruk tidak berakhir secepat itu. Dengan berlanjutnya halusinasi, pemakai halusinogen mulai kehilangan kendali dan untuk sementara waktu dapat menderita psikosa.
Kadang 'perjalanan halusinasi' yang buruk dapat menjadi begitu berat atau dapat memicu kerentanan bawaan untuk menderita psikosa, sehingga pemakai tetap menderita psikosa selama beberapa hari atau lebih, setelah efek obat hilang. Psikosa yang menetap lebih sering terjadi pada pemakai halusinogen yang sebelumnya sudah memiliki kelainan psikologis, yang akan semakin nyata atau semakin memburuk karena efek halusinogen.
Toleransi terhadap LSD bisa terjadi dan
dapat muncul setelah sekitar 72 jam pemakaian yang berkelanjutan. Pemakai LSD
juga bisa mengalami toleransi terhadap halusinogen lain.
Biasanya pemakai yang menjadi toleran terhadap halusinogen dan secara tiba-tiba mengentikan pemakaiannya, tidak akan mengalami gejala putus obat. Beberapa pemakai (terutama pemakai LSD menahun atau berulang-ulang), bisa mengalami kilas balik setelah mereka menghentikan pemakaian obat tersebut.
Biasanya pemakai yang menjadi toleran terhadap halusinogen dan secara tiba-tiba mengentikan pemakaiannya, tidak akan mengalami gejala putus obat. Beberapa pemakai (terutama pemakai LSD menahun atau berulang-ulang), bisa mengalami kilas balik setelah mereka menghentikan pemakaian obat tersebut.
Kilas baliknya mirip dengan pengalaman
asli, tetapi biasanya tidak sekuat pengalaman aslinya.
Kilas balik ini bisa dipicu oleh marijuana atau mungkin obat lainnya (misalnya alkohol) atau oleh stress maupun kelelahan. Kilas balik juga bisa terjadi tanpa alasan yang jelas. Biasanya kilas balik akan menghilang setelah 6-12 bulan, tetapi bisa timbul lagi selama 5 tahun setelah pemakaian LSD yang terakhir, terutama jika masih ditemukan kecemasan atau kelainan psikis lainnya.
Kilas balik ini bisa dipicu oleh marijuana atau mungkin obat lainnya (misalnya alkohol) atau oleh stress maupun kelelahan. Kilas balik juga bisa terjadi tanpa alasan yang jelas. Biasanya kilas balik akan menghilang setelah 6-12 bulan, tetapi bisa timbul lagi selama 5 tahun setelah pemakaian LSD yang terakhir, terutama jika masih ditemukan kecemasan atau kelainan psikis lainnya.
DIAGNOSA
Episode panik dan perubahan penglihatan, yang disertai oleh berbagai jenis delusi yang aneh merupakan ciri dari penggunaan halusinogen akut. Pupil melebar, tetapi denyut jantung tidak meningkat. Keterangan dari teman atau saudara merupakan tambahan yang penting dalam menegakkan diagnosis.
PENGOBATAN
Sebagian besar pemakai halusinogen tidak pernah mencari pengobatan. Pemakai halusinogen yang mengalami 'perjalanan' buruk, biasanya akan merasa aman bila berada dalam ruangan yang tenang dan gelap. Pemakai halusinogen yang mengalami psikosa yang menetap mungkin memerlukan pengobatan jiwa.
Sebagian besar pemakai halusinogen tidak pernah mencari pengobatan. Pemakai halusinogen yang mengalami 'perjalanan' buruk, biasanya akan merasa aman bila berada dalam ruangan yang tenang dan gelap. Pemakai halusinogen yang mengalami psikosa yang menetap mungkin memerlukan pengobatan jiwa.
Reaksi Otak Terhadap Halusinogen
Penggunaan
halusinogen menyebabkan orang-orang akan mengalami apa yang anda jumpai yaitu
halusinasi, mengkhayalkan pengalaman-pengalaman yang nampak seperti nyata. Kata
halusinasi berasal dari bahasa latin yang berarti ‘untuk membaca pikiran'. Tidak
heran banyak orang mengartikan halusinasi sebagai khayalan. ‘Khayalan'
disebabkan oleh halusinogen yang dapat berakhir berjam-jam lamanya. Bagian ini
dapat benar-benar terasa, dan yang lainnya merasakan kesenangan juga
ketidaknyamanan. Penggunaan Halusinogen sangat mempengaruhi otak, mengubah cara
lima panca indera kita bekerja dan mengerti kesan kita setiap waktu dan
kesempatan. Orang-orang yang menggunakan obat-obatan akan sangat sulit
berkonsentrasi, berkomunikasi, atau menceritakan perbedaan antara kenyataan dan
ilusi.
Dari mana Halusinogen Berasal ?
Beberapa
halusinogen dapat ditemukan pada tanaman. Mescaline yang bernama peyote. Dan
beberapa jamur juga mengandung halusinogen. Tetapi banyak halusinogen yang
merupakan zat-zat yang tidak secara alami. Antara lain:
- LSD, disebut juga dengan asam;
- MDA, sebuah amphetamine,
sejenis obat stimulan;
- PCP (pencyclidine), sering
disebut juga dengan istilah bubuk malaikat.
Bagaimana Halusinogen
Mempengaruhi Perasaan Anda ?
Otak
anda mengontrol segala persepsi – cara anda melihat, mendengar, mencium,
mengecap, dan merasakan. Bagaimana otak anda berkomunikasi dengan anggota tubuh
anda yang lainnya ? Zat-zat menyalurkan informasi dari sel syaraf ke sel syaraf
di tubuh dan otak. Pesan secara konstan menyampaikan kembali dan seterusnya
dengan kecepatan yang luar biasa. Sel-sel syaraf yang bernama urat syaraf, dan
pemesan-pemesan zatnya bernama neurotransmitter. Ketika neurotransmitter
menyentuh tempat-tempat khusus di sel-sel syaraf, menyebabkan perubahan dalam
sel-sel syaraf. System komunikasi ini dapat diganggu oleh zat-zat seperti
halusinasi, dan hasilnya adalah perubahan cara Anda merasakan dunia sekitar.
Penemuan Baru
MDMA
dan MDA menyebabkan urat syaraf untuk melepas sebuah neurotransmitter bernama
serotonim. Serotonim sangat penting untuk berbagai jenis sel syaraf, meliputi
sel-sel yang menerima informasi panca indera dan sel-sel yang mengatur tidur
dan emosi. Hal tersebut dapat menyebabkan reseptor-reseptor panca indera
(seretonim) terlalu beraktifitas. Pada hewan MDMA dan MDA sudah ditunjukkan
untuk merusak dan menghancurkan urat-urat syaraf yang berisi serotonim. Dan
merupakan masalah besar, karena urat-urat syaraf seretonim berperan dalam
segala hal, seperti selera, rasa ngantuk, dan mendengar debar jantung. Para ilmuwan akhirnya menemukan bahwa kerusakan urat
syaraf seretonim dapat mengembang kembali tapi tidak mengerut secara normal.
Urat-urat mungkin mengembang kembali kedalam otak dimana mereka tidak tumbuh secara
normal, tapi bukan kedalam otak dimana mereka tidak tumbuh secara normal.
Pola-pola pertumbuhan baru mungkin menyebabkan selera, pengetahuan atau memori.
LSD :
Umumnya banyak Menggunakan Zat Halusinogen
LSD
menyebabkan banyak efek. Terutama dengan aktifitas salah satu reseptor pada
serotonim. Karena berperan dalam fungsi-fungsi yang penting, penggunaan LSD
akan menyebabkan banyak efek. Meliputi ketiduran, kegelisahan, debar jantung
dan tekanan darah. Pengguna LSD mungkin merasakan berbagai macam emosi, dan
perasaan yang melintas – memberikan rasa suka dan duka. Penggunaan LSD akan
menimbulkan rasa ego yang sangat aneh, para pengguna akan berpikir ulang
mengenai pengalaman-pengalaman mereka – berhari-hari atau berbulan-bulan
setelah mereka menghentikan penggunaannya.
Penelitian Yang
Berkesinambungan
Masih
banyak para ilmuwan yang tidak tahu tentang efek-efek halusinogen terhadap
otak. Mungkin suatu saat Anda akan menemukan penemuan lainnya.
Efek Halusinogen pada
Narkoba
Salah satu efek
narkoba adalah sebagai halusinogen. Efek inilah yang mengakibatkan pengguna
narkoba mengalami halusinasi atau ada adanya perubahan daya persepsi. Efek
halusinogen ini banyak berasal dari tanaman mescaline sejenis kaktus, dan
psilocybin sejenis jamur-jamuran. Narkoba berefek halusinogen yang paling
banyak dipakai adalah marijuana atau ganja. Meskipun efeknya terkesan ringan,
namun penggunaan berkelanjutan akan mengarah pada efek yang permanen dan
mengakibatkan kematian
Kamis, 06 Januari 2011
Perbandingan Perspektif utama psikologis pada prilaku manusia
1. Perpektif psikodinamika (Sigmund Freud)
• Konsep tentang manusia
Manusia dikontrol dari dalam dan konflik. Dari dalam : id, ego dan super ego.
• Penyebab utama prilaku
Motiv dasar, konflik dan pertahanan diri
Konflik yang tidak terselesaikan yang disebabkan oleh rasa cemas
Contoh : saya ingin menonton TV, saya ingin belajar karena besok ujian
Ego memiliki pertahanan diri tinggi sangat banyak sehingga setiap masalah ditekan bawah sadar
Pengalaman kanak-kanak
Nb. Fixsasi : berhenti ditahap tersebut
Terlalu kikir akibat dari masa kanak-kanak (fase oral) bermasalah
• Metode yang digunakan
Observasi intensitif pada proses kepribadian pada seting klinis observasi pada orang gila (disorder).
Kesimpulan : Freud mendiskripsikan manusia negative
2. Perspektif behavioral
• Konsep tentang manusia
Manusia sebagai penggerak aktif dalam lingkungan, mempengaruhi lingkungan.
• Penyebab utama prilaku
Pengalaman belajar sebelumnya
Stimulus
Konsekuensi prilaku
• Metode yang digunakan
Studi tentang proses pembelajaran dan setting alamiah dengan penekanan pada ketepatan observasi stimulus respon
3. Perspektif humanistic
• Konsep tentang manusia
Manusia memiliki kehendak bebas dan mencari aktualisasi diri (tidak ada yang memaksa). Manusia memiliki nilai.
• Penyebab utama perilaku
Free will, choice, dorongan menuju self actualization, mencari makna keberadaan diri
• Metode yang digunakan
Observasi dan wawancara alamiah
- studi makna, nilai dan tujuan kehidupan
- konsep diri dan interaksinya dengan pikiran, emosi dan perilaku
4. perspektif kognitif
• konsep tentang manusia
manusia sebagai pemikir
• penyebab utama perilaku manusia
pikiran, antisipasi, perencanaan, persepsi, perhatian, memori
• metode yang digunakan
proses kognitif selalu dalam setting labolatorium dengan control ketat (setting labolatorium ketat)
5. Perspektif Sosio-Kultural
• Konsep tentang manusia
Manusia lekat dalam budaya
• Penyebap prilaku manusia
\kekuatan social dalam budaya sesorang dalam lingkungan sosial
• Metode yang digunakan
Eksperimen menguji respon individu terhadap stimulasi social. Studi prilaku dan proses mental dalam budaya
• Konsep tentang manusia
Manusia dikontrol dari dalam dan konflik. Dari dalam : id, ego dan super ego.
• Penyebab utama prilaku
Motiv dasar, konflik dan pertahanan diri
Konflik yang tidak terselesaikan yang disebabkan oleh rasa cemas
Contoh : saya ingin menonton TV, saya ingin belajar karena besok ujian
Ego memiliki pertahanan diri tinggi sangat banyak sehingga setiap masalah ditekan bawah sadar
Pengalaman kanak-kanak
Nb. Fixsasi : berhenti ditahap tersebut
Terlalu kikir akibat dari masa kanak-kanak (fase oral) bermasalah
• Metode yang digunakan
Observasi intensitif pada proses kepribadian pada seting klinis observasi pada orang gila (disorder).
Kesimpulan : Freud mendiskripsikan manusia negative
2. Perspektif behavioral
• Konsep tentang manusia
Manusia sebagai penggerak aktif dalam lingkungan, mempengaruhi lingkungan.
• Penyebab utama prilaku
Pengalaman belajar sebelumnya
Stimulus
Konsekuensi prilaku
• Metode yang digunakan
Studi tentang proses pembelajaran dan setting alamiah dengan penekanan pada ketepatan observasi stimulus respon
3. Perspektif humanistic
• Konsep tentang manusia
Manusia memiliki kehendak bebas dan mencari aktualisasi diri (tidak ada yang memaksa). Manusia memiliki nilai.
• Penyebab utama perilaku
Free will, choice, dorongan menuju self actualization, mencari makna keberadaan diri
• Metode yang digunakan
Observasi dan wawancara alamiah
- studi makna, nilai dan tujuan kehidupan
- konsep diri dan interaksinya dengan pikiran, emosi dan perilaku
4. perspektif kognitif
• konsep tentang manusia
manusia sebagai pemikir
• penyebab utama perilaku manusia
pikiran, antisipasi, perencanaan, persepsi, perhatian, memori
• metode yang digunakan
proses kognitif selalu dalam setting labolatorium dengan control ketat (setting labolatorium ketat)
5. Perspektif Sosio-Kultural
• Konsep tentang manusia
Manusia lekat dalam budaya
• Penyebap prilaku manusia
\kekuatan social dalam budaya sesorang dalam lingkungan sosial
• Metode yang digunakan
Eksperimen menguji respon individu terhadap stimulasi social. Studi prilaku dan proses mental dalam budaya
Minggu, 26 Desember 2010
Psikologi sebagai Ilmu
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. Asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang artinya jiwa) dan "-λογία" (logia yang berarti ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Metode Psikologi
Beberapa metodologi dalam psikologi, di antaranya sebagai berikut :
1. Metodologi Eksperimental
Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya.
2. Observasi Ilmiah
Pada observasi ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.
3. Sejarah Kehidupan
Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya.
4. Wawancara
Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.
5. Angket
Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis. Semua pertanyaan telah di susun secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan itu, dan orang yang diwawancarai tinggal membaca pertanyaan yang diajukan, lalu menjawabnya secara tertulis pula. Jawaban-jawabannya akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki.
6. Pemeriksaan Psikologi
Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga dengan psikotes. Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih. alat-alat itu dapat dipergunakan unntuk mengukur dan untuk mengetahui taraf kecerdasan seseorang, arah minat seseorang, sikap seseorang, struktur kepribadian seeorang, dan lain-lain dari orang yang diperiksa itu.
PSIKOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN
Walaupun sejak dulu telah ada pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam kurun waktu bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam, akan tetapi karena kerumitan dan kedinamisan manusia untuk dipahami, maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama didunia.
Laboratorium Wundt. Pada tahun 1879 Wilhem Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di University of Leipzig, Jerman. Ditandai oleh berdirinya laboratorium ini, maka metode ilmiah untuk lebih mamahami manusia telah ditemukan walau tidak terlalu memadai. dengan berdirinya laboratorium ini pula, lengkaplah syarat psikologi untuk menjadi ilmu pengetahuan, sehingga tahun berdirinya laboratorium Wundt diakui pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan.
Fungsi psikologi sebagai ilmu
Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:
• Menjelaskan, yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif
• Memprediksikan, Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi.
• Pengendalian, Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan.
Kajian psikologi
Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi dan ilmu saraf pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. Beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah:
1. Psikologi perkembangan
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut
2. Psikologi sosial
Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :
• studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)
• studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain
• studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan.
3. Psikologi kepribadian
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.
4. Psikologi kognitif
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi,
Daftar Pustaka
1. Sarwono Sarlito W. Pengantar Psikologi Umum. Rajawali Pers.
2. Rahman Shaleh, Abdul. Psikologi. Kencana Prenada Media Group.
Langganan:
Postingan (Atom)