Kamis, 17 Februari 2011

TEORI PSIKOANALITIK


FREUD  &  ERIKSON
       Perkembangan pada dasarnya tidak disadari
       Perilaku = karakteristik permukaan
       Memahami perkembangan = analisis makna simbol perilaku dan kerja pikiran yg paling dalam
       Pengalaman awal kehidupan membentuk perkembangan manusia
FREUD (1856 – 1939)
       Ahli neurologi
       Mengembangkan gagasan berdasar dari data klien-kliennya yang mengalami gangguan mental
       Kepribadian memiliki 3 struktur ego:
                1. Id à naluri/ insting
                2. ego à pelaksana
                3. Superego à moral/ hati nurani
       Mekanisme Pertahanan Diri
       Manajemen konflik antar struktur kepribadian
       Sumber konflik: pertentangan antar struktur kepribadian
       Represi: mekanisme pertahanan diri yang paling kuat dan pervasive  à bekerja menolak dorongan-dorongan id yang tidak diinginkan
       Psikoseksual:  identifikasi & analisis masalah, pengumpulan data pasien-pasiennya  à permasalahan merupakan akibat dari pengalaman2 hidup sebelumnya; erogenous zones; kepribadian ditentukan oleh cara mengatasi konflik erogenous zones à tidak teratasi = fixated
       PSIKOSEKSUAL
1.       Oral Stage ( 0 – 18 bln) à mulut sebagai pusat
2.       Anal Stage ( 1 – 3 thn) à fungsi pengeluaran
3.       Phallic Stage ( 3 – 6 thn) à alat kelamin – self manipulation – oedipus complex
4.       Latency Stage ( 6 – puber) à keterampilan sosial dan intelektual
5.       Genital Stage ( puber dst) à masa kebangkitan seksual dg sumber seseorang yang berada di luar keluarga
       Revisi psikoanalitik kontemporer:Pengalaman budaya sebagai penentu perkembangan


Erikson (1902 – 1994)
Psychosocial Stages
       Perkembangan mns sepanjang siklus kehidupan
       8 tahap perkembangan
       Masing2 tahap à tugas perkembangan – krisis
       Krisis  ≠ bencana  = peningkatan potensi à perkembangan sehat
       Psikososial Erikson
  1. Trust  vs  Mistrust
-          perasaan nyaman secara fisik
-          ketakutan minimal akan masa depan
-          kebutuhan dipenuhi pengasuh - kepercayaan
  1. Autonomy  vs  shame and doubt (1-3 th)
-          otonomi/ kemauan dari diri
-          malu/ ragu à dibatasi, dihukum terlalu keras
3.       Initiative  vs  guilt  (prasekolah)
-          dunia sosial lebih luas
-          tantangan mengembangkan perilaku bertujuan
-          tanggung jawab lebih besar
-          guilt  à  tidak bertanggung jawab
4.       Industry  vs  inferiority  (sekolah)
-          penguasaan pengetahuan
-          keterampilan intelektual
-          inferiority  à  tidak berkompeten; tidak produktif
5.       Identity  vs  identity confusion  (10-20 th)
-          who am I
-          peran; cita-cita
-          dimensi penting: penjajagan peran dan karir
  1. Intimacy  vs  isolation  (20-30 th)
-          pembentukan relasi yg akrab dg orang lain
-          digambarkan sebagai penemuan diri sendiri tanpa  kehilangan diri sendiri
-          gagal = isolasi
7.       Generativity  vs  Stagnation  (40-50 thn)
-          membantu generasi muda mengembangkan dan mengarahkan kehidupan yang berguna
-          stagnation = perasaan belum melakukan sst di atas
  1. Intregity  vs  Despair  (60 thn - …)
-          evaluasi kehidupan lalu
-          integrity : positif
-          despair : negatif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar